Jumat, 13 Mei 2016

GEOSTRATEGI

MAKALAH PKN
GEOSTRATEGI

KELOMPOK XI

1.      GREACE SABRINA RUBEN (E21115005)
2.      SARIANTI (E21115006)
3.      NURUL HIKMAWATI (E21115008)


PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
                  Puji syukur kita panjatkan kehadirat tuhan yang maha Esa karena atas berkah, rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “GEOSTRATEGI”. Saya sebagai penulis sekaligus penyusun makalah ini menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu untuk diperbaiki entah itu dari segi penulisan, sumber informasi maupun dari segi penyusunan makalah dan masih jauh dari kata sempurna maka kami berharap kepada pembaca untuk memberikan saran atau kritik demi perbaikan dari makalah kami.
                Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca dan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan semoga dengan adanya makalah ini tidak hanya dapat menambah wawasan pembaca saja tetapi pembaca dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
                  Dan hanya kepada ALLAH lah kami memohon petunjuk karena dialah yang mencukupi pikiran serta daya dan upaya untuk membentuk makalah ini. Penulis sekaligus penyusun hanya dapat berharap agar makalah ini bisa bermanfaat bagi pembacanya.

                                                                                          Makassar, 02 Februari 2016                                                                                                                                                                                                                                                   
Penulis




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................
KATA PENGANTAR..............................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................
A.    LATAR BELAKANG............................................................................................
B.     RUMUSAN MASALAH.......................................................................................
C.     METODE PENULISAN........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................................
A.    GEOSTRATEGI.....................................................................................................
1.      Pengertian Geostrategi dan Geostrategi Indonesia...........................................
2.      Memahami Geostrategi dalam Indonesia..........................................................
3.      Perkembangan Geostrategi Indonesia...............................................................
4.      Tujuan Geostrategi Indonesia............................................................................
B.     KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI INDONESIA.........
1.      Pengertian Ketahanan Nasional.......................................................................................................
2.      Latar belakang Ketahanan Nasional..................................................................
3.      Unsur-unsur Ketahanan Nasional......................................................................
4.      Sifat-sifat dasar ketahanan nasional .................................................................
5.      Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia.........................................................
BAB III PENUTUP..................................................................................................................
A.    KESIMPULAN......................................................................................................
B.     SARAN...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman mengenai geopolitik dan geostrategi. Geopolitk bangsa Indonesia diterjemahkan dalam konsep Wawasan Nusantara, sedangkan geostrategi bangsa Indonesia dirumuskan dalam konsepsi Ketahanan Nasional.
Sesuai dengan bagan paradigma ketatanegaraan Negara Republik Indonesia, maka Ketahanan Nasional (Tannas) merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan Nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrateginya bangsa indonesia. Dengan kata lain, geostrategi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep ketahanan nasional.
Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa, baik pada masa lampau, kini, maupun masa mendatang. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup  nasional. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan, sarana, dan sasaran perwujudan kepentingan serta tujuan nasional melalui pembangunan, dengan demikian, suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis, politis, ekonomis, sosial budaya, dan hankam.
Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia. Selain itu, untuk memajukan ksejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Geostrategi indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik indonesia sebagai ruang hidup naional untuk merancang arahan tentang kebijakan, sarana, serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud konsepsi “Ketahanan Nasional”.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan Pengertian Geostrategi dan Geostrategi Indonesia?
2.      Bagaimana Pemahaman Geostrategi dalam Indonesia?  
3.      Jelaskan Perkembangan Geostrategi Indonesia?
4.      Bagaimana Tujuan Geostrategi Indonesia?         
5.      Jelaskan Pengertian Ketahanan Nasional?     
6.      Jelaskan Latar belakang Ketahanan Nasional?      
7.      Sebutkan Unsur-unsur Ketahanan Nasional?         
8.      Sebutkan Sifat-sifat dasar ketahanan nasional?   
9.      Sebutkan Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia?
C.     METODE PENULISAN



BAB II
PEMBAHASAN
A.    GEOSTRATEGI
1.      Pengertian Geostrategi dan Geostrategi Indonesia
Strategi adalah politik dalam pelaksanaanya yang merupakan suatu seni dan ilmu pembinaan dan penggunaan sumberdaya di dalam rencana dan tindakn masa depan secara bertahap untuk mencapai tujuan. Geostrategi adalah suatu cara atau pendekatan dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan, tujuan, sertasarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional.
Sedangkan geostrategi indonesia adalah strategi dalam memanfaatkan konstelasi geofrafi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi bagsa indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembanguna untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
2.      Memahami Geostrategi dalam Indonesia
Geostrategi berasal dari geo kata yang berarti bumi, dan didefinisikan sebagai strategi bisnis dengan menggunakan semua keterampilan atau sumber daya sumber daya manusia dan alam untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan.
Sehubungan dengan kehidupan suatu negara, geostrategis didefinisikan sebagai metode atau aturan untuk tujuan dan sasaran mewujdkan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi dan keputusan yang terukur dan terimajinasi untuk masa depan yang lebih baik, lebih aman dan bermartabat pembangunan.
Bagi bangsa Indonesia geostrategi diartikan sebegai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Yaitu ”kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskn kehidupan bangsa”.
Oleh karena itu geostrategi Indonesia sebagai sarana atau metode memanfaatkan seluruh konstelasi geografi Indonesia dalam menentukan kebijakan, arahan serta sarana untuk mencapai tujuan seluruh bangsa atas dasar prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial.
3.      Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia
Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi utuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina.
Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indoesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa seuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan hambatan, dan gangguan, baik bersifat internal maupun eksternal. ini agak lebih progresif namun tetap terlihat sebagai konsep geo-strategis Indonesia di awal membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan pengangguh bahaya.
Sejak tahun 1972, Lembaga Keamanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia lebih sesuai dengan konstitusi Indonesia. Dalam era konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi pertahanan nasional dalam menciptakan kesejahteraan menjaga kesinambungan dan integritas identitas nasional. Mulai dari tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan dalam formulasi bentuk pertahanan nasional sebagai kondisi metode dan doktrin dalam pembangunan nasional.
4.      Tujuan Geostrategi Indonesia
Berbagai konsep dasar dan pengembangan geostrategi Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk :
§  Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional berdasarkan aspek aspek ideologi, politik, sosial, budaya, dan bahkan alam. Hal ini untuk keberadaan kehidupan dan upaya pelestarian Negara dan Bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
§  Menunjang tugas utama pemerintah Indonesia :
a.       Hukum dan ketertiban (law and order).
b.      Peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity).
c.       Pelaksanaan pertahanan dan keamanan (defense and prosperity).
d.      Realisasi keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice & social justice).
e.       Ketersediaan dari orang kesempatan untuk mengekspresikan diri (freedom of the people).
B.     KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI INDONESIA
                 Bagi bangsa Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka hal itu sebagai pegangan atau bahkan doktrin pembangunan dan hal ini lazim disebut sebagai suatu ketahanan nasional.
1.      Pengertian Ketahanan Nasional
      Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
      Namun terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsepsi ketahanan nasional. Ketiga perspektif tersebut sebagai berikut.
a.    Ketahanan nasional sebagai kondisi. Perspektif ini melihat ketahanan nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan dan kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memilki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu mnghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup  bangsa yang bersangkutan.
b.        Ketahanan nasional sebagai suatu pendekatan, metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan pendekatan yang integral. Integral dalam arti pendekatan yang mncerminkan antara segala aspek/isi, baik pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan pemikiran kesisteman (system thnking).
c.         Ketahanan nasional sebagai dokrin. Ketahana nasional merupakan salah satu konsespsi Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai dokrin dasar nasional, konsep ketahanan nasional dmasukan dalam GBHN agar setiap orang, masyarakat, dan penyelanggar negara menerima dan menjalankannya.
        Berdasarkan ketiga pengertian ini, kita mengenal 3 (tiga) wujud atau wajah dari ketahanan nasional (Chaidir Basrie, 2002) yaitu
1.              Ketahanan Nasional sebagai Kondisi.
2.              Ketahanan Nasional sebagai metode.
3.              Ketahanan Nasional dokrin.
2.      Latar belakang Ketahanan Nasional
Dalam upaya mencapai tujuan nasional, setiap bangsa melakukan kegiatan pembangunan di segala bidang dengan berpedoman kepada wawasan nasionalnya yang memandang Negara dan bangsanya sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Dalam melakukan pembangunan tersebut langsung atau tidak langsung selalu akan menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Untuk itu suatu bangsa perlu memiliki ketahanan, daya tahan, keuletan dan ketangguhan guna mengatasi hakikat ancaman tersebut sehingga terwujud stabilitas kehidupan nasional, serta program pembangunan nasioanal dapat terlaksana dengan baik menuju tercapainya tujuan nasional. Ketahanan, keuletan dan ketangguhan bngsa untuk mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan ancaman tersebut dinamakan ketahanan nasional.
Secara konseptual, ketahanan nasional suatu bangsa dilatarbelakangi oleh:
a.       Kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan negara sehingga ia mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.
b.      Kekuatan apa yang harus dimiliki oleh suatu bangsa dan negara sehingga ia selalu mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya, meskipun mengalami berbagai gangguan, hambatan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar.
c.       Ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya, mengandung makna keteraturan (regular) dan stabilitas, yang di dalamnya terkandung potensi untuk terjadinya perubahan (the stability idea of changes) (Usman, 2003:5).
Berdasarkan konsep pengertiannya maka yang dimaksud dengan ketahanan adalah suatu kekuatan yang membuat suatu bangsa dan negara dapat bertahan, kuat menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Tantangan adalah merupakan suatu usaha yang bersifat menggugah kemampuan, adapun ancaman adalah suatu usaha untuk mengubah atau merombak kebijaksanaan atau keadaan secara konsepsional dari sudut kriminal maupun politis. Adapun hambatan adalah suatu kendala yang bersifat atau bertujuan melemahkan yang bersifat konseptual yang berasal dari dalam sendiri. Apabila hal tersebut berasal dari luar maka dapat disebut sebagai kategori gangguan.
3.      Unsur-unsur Ketahanan Nasional
Unsur, elemen atau faktor yang memengaruhi kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek. Para ahli memberikan pendapatnya mengenai unsur-unsur kekuatan nasional suatu negara.
1.      Unsur kekuatanan nasional menurut Hans J. Morgenthou
Unsur kekuatan nasional negara terbagi menjadi dua faktor, yaitu:
a.       Faktor tetap (stable factors) terdiri atas geografi dan sumber daya alam;
b.      Faktor berubah (dynamic factors) terdir atas kemampuan industri, militer, demografi, karakter nasional, moral nasional, dan kualitas diplomasi;
2.      Unsur kekuatan nasional menurut James Lee Ray
Unsur kekuatan nasional negara terbagi menjadi dua faktor, yaitu:
a.       Tangible factors terdiri atas penduduk, kemampuan industri, dan militer;
b.      Intangible factors terdiri atas karater nasional, moral nasional, dan kualitas kepemimpinan;
3.      Unsur kekuatan nasional manurut Palmer & Perkins
Unsur-unsur kekuatan nasional terdiri atas tanah, sumber daya, penduduk, teknologi, ideologi, moral, dan kepemimpinan.
4.      Unsur kekuatan nasional menurut Parakhas Chandra
Unsur-unsur kekuatan nasional terdiri atas tiga, yaitu:
a.       Alamiah terdiri atas geografi, sumber daya, dan penduduk;
b.      Sosial terdiri atas perkembangan ekonomi, struktur politik, budaya dan moral nasional;
c.       Lain-lain: ide, intelegensi, dan diplomasi, kebijaksanaan kepemimpinan.
5.      Unsur kekuatan nasional menurut Alfred T.  Mahan
Unsur-unsur kekuatan nasional terdiri atas letak geografi, wujud bumi, luas wilayah, jumlah penduduk, watak nasional, dan sifat pemerintahan.



6.      Unsur kekuatan menurut Cline
Unsur-unsur kekuatan nasional terdiri atas sinergi antara potensi demografi dan geografi, kemampuan ekonomi, militer, strategi nasional, dan kemauan nasional.
7.      Unsur kekuatan nasional model Indonesia
Unsur-unsur kekuatan nasional di Indonesia diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. Pemikiran tentang gatra dalam ketahanan nasional dirumuskan dan dikembangkan oleh Lemhanas. Unsur-unsur kekuatanan nasional Indonesia dikenal dengan nama Astagatra yang terdiri atas Trigatra dan Pancagatra.
a.       Trigatra adalah aspek alamiah (tangible) yang terdiri atas penduduk, sumber daya alam, dan wilayah.
b.      Pancagatra adalah aspek sosial (intangible) yang terdiri atas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
4.      Sifat-sifat Ketahanan Nasional
Untuk mewjudkan ketahanan nasional dlaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelanggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara, metode pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraan. Sifat-sifat ketahanan nasional  adalah sebagai berikut:
a.       Manunggal;
b.      Mawas ke dalam;
c.       Berubah menurut waktu;
d.      Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan;
e.       Percaya pada diri sendiri; serta
f.       Tidak bergantung pada pihak lain.
5.      Asas- Asas Ketahanan Nasional Indonesia
Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :
a.       Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia 8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya.
Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
b.      Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral).
c.       Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas kedalam dan ke luar.
1.      Mawas kedalam: mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
2.      Mawas ke luar: mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
d.      Asas kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Geostrategi merupakan metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan bermartabat.
Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari luar negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mengejar tujuan nasional Indonesia. Ketahanan Nasional berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, diantaranya aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan dan keamanan.



DAFTAR PUSTAKA
Tim Dosen, 2010. Pendidikan Kewarganegaraan. Makassar: Universitas Hasanuddin
Winarno, 2000. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara