GEOSTRATEGI
KELOMPOK XI
1. GREACE SABRINA RUBEN (E21115005)
2. SARIANTI (E21115006)
3. NURUL HIKMAWATI (E21115008)
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat tuhan yang maha Esa karena atas berkah, rahmat
dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“GEOSTRATEGI”. Saya sebagai penulis sekaligus penyusun makalah ini menyadari
bahwa masih banyak hal yang perlu untuk diperbaiki entah itu dari segi
penulisan, sumber informasi maupun dari segi penyusunan makalah dan masih jauh
dari kata sempurna maka kami berharap kepada pembaca untuk memberikan saran
atau kritik demi perbaikan dari makalah kami.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah
pengetahuan pembaca dan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan semoga
dengan adanya makalah ini tidak hanya dapat menambah wawasan pembaca saja
tetapi pembaca dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan hanya kepada ALLAH lah kami memohon petunjuk
karena dialah yang mencukupi pikiran serta daya dan upaya untuk membentuk
makalah ini. Penulis sekaligus penyusun hanya dapat berharap agar makalah ini
bisa bermanfaat bagi pembacanya.
Makassar,
02 Februari 2016
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................................
KATA PENGANTAR..............................................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................
A. LATAR BELAKANG............................................................................................
B. RUMUSAN MASALAH.......................................................................................
C. METODE PENULISAN........................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................................
A. GEOSTRATEGI.....................................................................................................
1.
Pengertian
Geostrategi dan Geostrategi Indonesia...........................................
2. Memahami Geostrategi dalam Indonesia..........................................................
3. Perkembangan Geostrategi Indonesia...............................................................
4.
Tujuan Geostrategi Indonesia............................................................................
B. KETAHANAN
NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI INDONESIA.........
1.
Pengertian Ketahanan Nasional.......................................................................................................
2. Latar
belakang Ketahanan Nasional..................................................................
3. Unsur-unsur Ketahanan
Nasional......................................................................
4. Sifat-sifat dasar
ketahanan nasional .................................................................
5.
Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia.........................................................
BAB III PENUTUP..................................................................................................................
A. KESIMPULAN......................................................................................................
B. SARAN...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap bangsa dalam rangka
mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman
mengenai geopolitik dan geostrategi. Geopolitk bangsa Indonesia diterjemahkan
dalam konsep Wawasan Nusantara, sedangkan geostrategi bangsa Indonesia dirumuskan
dalam konsepsi Ketahanan Nasional.
Sesuai dengan bagan paradigma
ketatanegaraan Negara Republik Indonesia, maka Ketahanan Nasional (Tannas)
merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan
Nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrateginya bangsa indonesia. Dengan
kata lain, geostrategi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep ketahanan
nasional.
Geostrategi merupakan masalah
penting bagi setiap bangsa, baik pada masa lampau, kini, maupun masa mendatang.
Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara
membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional. Semua ini dalam rangka menentukan
kebijakan, sarana, dan sasaran perwujudan kepentingan serta tujuan nasional
melalui pembangunan, dengan demikian, suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti
ideologis, politis, ekonomis, sosial budaya, dan hankam.
Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat
kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam
lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa
indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia. Selain itu, untuk memajukan
ksejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
Geostrategi indonesia pada dasarnya
adalah strategi nasional bangsa indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara
republik indonesia sebagai ruang hidup naional untuk merancang arahan tentang
kebijakan, sarana, serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan
tujuan nasional tersebut. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud konsepsi
“Ketahanan Nasional”.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Jelaskan
Pengertian Geostrategi dan
Geostrategi Indonesia?
2. Bagaimana Pemahaman Geostrategi dalam Indonesia?
3. Jelaskan Perkembangan Geostrategi Indonesia?
4. Bagaimana Tujuan Geostrategi Indonesia?
5. Jelaskan Pengertian Ketahanan Nasional?
6. Jelaskan Latar
belakang Ketahanan Nasional?
7. Sebutkan Unsur-unsur Ketahanan Nasional?
8. Sebutkan Sifat-sifat dasar
ketahanan nasional?
9. Sebutkan Asas-asas Ketahanan
Nasional Indonesia?
C.
METODE PENULISAN
BAB II
PEMBAHASAN
A. GEOSTRATEGI
1.
Pengertian Geostrategi dan
Geostrategi Indonesia
Strategi adalah politik
dalam pelaksanaanya yang merupakan suatu seni dan ilmu pembinaan dan penggunaan
sumberdaya di dalam rencana dan tindakn masa depan secara bertahap untuk
mencapai tujuan. Geostrategi adalah suatu cara atau pendekatan dalam
memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan
tujuan nasional.
Geostrategi merupakan
strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan
kebijakan, tujuan, sertasarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional.
Sedangkan geostrategi
indonesia adalah strategi dalam memanfaatkan konstelasi geofrafi negara
Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai
tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi bagsa indonesia memberi arahan
tentang bagaimana merancang strategi pembanguna untuk mewujudkan masa depan
yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
2. Memahami
Geostrategi dalam Indonesia
Geostrategi berasal dari geo kata
yang berarti bumi, dan didefinisikan sebagai strategi bisnis dengan menggunakan
semua keterampilan atau sumber daya sumber daya manusia dan alam untuk
melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan.
Sehubungan dengan kehidupan suatu
negara, geostrategis didefinisikan sebagai metode atau aturan untuk tujuan dan
sasaran mewujdkan melalui proses pembangunan yang memberikan arahan tentang
bagaimana membuat strategi dan keputusan yang terukur dan terimajinasi untuk
masa depan yang lebih baik, lebih aman dan bermartabat pembangunan.
Bagi bangsa Indonesia
geostrategi diartikan sebegai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi,
sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan
nasional. Yaitu ”kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan
Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskn kehidupan
bangsa”.
Oleh karena itu geostrategi
Indonesia sebagai sarana atau metode memanfaatkan seluruh konstelasi geografi
Indonesia dalam menentukan kebijakan, arahan serta sarana untuk mencapai tujuan
seluruh bangsa atas dasar prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial.
3. Perkembangan
Konsep Geostrategi Indonesia
Pada
awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan
Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi
Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan
lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya
pengaruh komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai
strategi utuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan
gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina.
Pada tahun
1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indoesia yang
lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus
berupa seuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, juga
untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan menangkal ancaman,
tantangan hambatan, dan gangguan, baik bersifat internal maupun eksternal. ini agak
lebih progresif namun tetap terlihat sebagai konsep geo-strategis Indonesia di
awal membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan pengangguh bahaya.
Sejak tahun 1972, Lembaga Keamanan
Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia lebih sesuai
dengan konstitusi Indonesia. Dalam era konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi
sebagai metode untuk mengembangkan potensi pertahanan nasional dalam
menciptakan kesejahteraan menjaga kesinambungan dan integritas identitas
nasional. Mulai dari tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan dalam
formulasi bentuk pertahanan nasional sebagai kondisi metode dan doktrin dalam
pembangunan nasional.
4.
Tujuan Geostrategi Indonesia
Berbagai
konsep dasar dan pengembangan geostrategi Indonesia pada dasarnya bertujuan
untuk :
§ Menyusun dan
mengembangkan potensi kekuatan nasional berdasarkan aspek aspek ideologi, politik,
sosial, budaya, dan bahkan alam. Hal ini untuk keberadaan kehidupan dan upaya
pelestarian Negara dan Bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan
nasional.
§ Menunjang
tugas utama pemerintah Indonesia :
a. Hukum dan
ketertiban (law and order).
b. Peningkatan
kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity).
c. Pelaksanaan
pertahanan dan keamanan (defense and prosperity).
d. Realisasi
keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice & social
justice).
e. Ketersediaan
dari orang kesempatan untuk mengekspresikan diri (freedom of the people).
B.
KETAHANAN
NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI INDONESIA
Bagi bangsa
Indonesia geostrategi diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita
proklamasi, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, melalui proses
pembangunan nasional. Karena tujuan itulah maka hal itu sebagai pegangan atau
bahkan doktrin pembangunan dan hal ini lazim disebut sebagai suatu ketahanan
nasional.
1. Pengertian Ketahanan Nasional
Pada
hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa
untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Namun terdapat tiga perspektif atau sudut
pandang terhadap konsepsi ketahanan nasional. Ketiga perspektif tersebut
sebagai berikut.
a. Ketahanan
nasional sebagai kondisi. Perspektif ini melihat ketahanan nasional sebagai
suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan dan kondisi
ideal demikian memungkinkan suatu negara memilki kemampuan mengembangkan
kekuatan nasional sehingga mampu mnghadapi segala macam ancaman dan gangguan
bagi kelangsungan hidup bangsa yang
bersangkutan.
b.
Ketahanan
nasional sebagai suatu pendekatan, metode atau cara dalam menjalankan suatu
kegiatan khususnya pembangunan negara. Sebagai suatu pendekatan, ketahanan
nasional menggambarkan pendekatan yang integral. Integral dalam arti pendekatan
yang mncerminkan antara segala aspek/isi, baik pada saat membangun maupun
pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan
pemikiran kesisteman (system thnking).
c.
Ketahanan
nasional sebagai dokrin. Ketahana nasional merupakan salah satu konsespsi
Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan
bernegara. Sebagai dokrin dasar nasional, konsep ketahanan nasional dmasukan
dalam GBHN agar setiap orang, masyarakat, dan penyelanggar negara menerima dan
menjalankannya.
Berdasarkan ketiga pengertian ini, kita
mengenal 3 (tiga) wujud atau wajah dari ketahanan nasional (Chaidir Basrie,
2002) yaitu
1.
Ketahanan
Nasional sebagai Kondisi.
2.
Ketahanan
Nasional sebagai metode.
3.
Ketahanan
Nasional dokrin.
2.
Latar
belakang Ketahanan Nasional
Dalam upaya mencapai
tujuan nasional, setiap bangsa melakukan kegiatan pembangunan di segala bidang dengan
berpedoman kepada wawasan nasionalnya yang memandang Negara dan bangsanya sebagai
suatu kesatuan yang utuh.
Dalam melakukan
pembangunan tersebut langsung atau tidak langsung selalu akan menghadapi
ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Untuk itu suatu bangsa perlu
memiliki ketahanan, daya tahan, keuletan dan ketangguhan guna mengatasi hakikat
ancaman tersebut sehingga terwujud stabilitas kehidupan nasional, serta program
pembangunan nasioanal dapat terlaksana dengan baik menuju tercapainya tujuan
nasional. Ketahanan, keuletan dan ketangguhan bngsa untuk mengatasi segala
ancaman, gangguan, hambatan dan ancaman tersebut dinamakan ketahanan nasional.
Secara konseptual, ketahanan nasional suatu bangsa
dilatarbelakangi oleh:
a.
Kekuatan apa yang ada pada suatu bangsa dan negara sehingga
ia mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.
b.
Kekuatan apa yang harus dimiliki oleh suatu bangsa dan
negara sehingga ia selalu mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya, meskipun
mengalami berbagai gangguan, hambatan dan ancaman baik dari dalam maupun dari
luar.
c.
Ketahanan atau kemampuan bangsa untuk tetap jaya,
mengandung makna keteraturan (regular) dan stabilitas, yang di dalamnya
terkandung potensi untuk terjadinya perubahan (the stability idea of changes)
(Usman, 2003:5).
Berdasarkan konsep pengertiannya maka yang dimaksud
dengan ketahanan adalah suatu kekuatan yang membuat suatu bangsa dan negara
dapat bertahan, kuat menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.
Tantangan adalah merupakan suatu usaha yang bersifat menggugah kemampuan,
adapun ancaman adalah suatu usaha untuk mengubah atau merombak kebijaksanaan
atau keadaan secara konsepsional dari sudut kriminal maupun politis. Adapun
hambatan adalah suatu kendala yang bersifat atau bertujuan melemahkan yang bersifat
konseptual yang berasal dari dalam sendiri. Apabila hal tersebut berasal dari
luar maka dapat disebut sebagai kategori gangguan.
3. Unsur-unsur Ketahanan Nasional
Unsur, elemen atau faktor yang memengaruhi
kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek. Para ahli
memberikan pendapatnya mengenai unsur-unsur kekuatan nasional suatu negara.
1.
Unsur kekuatanan nasional menurut Hans J. Morgenthou
Unsur kekuatan nasional negara terbagi menjadi dua
faktor, yaitu:
a.
Faktor tetap (stable
factors) terdiri atas geografi dan sumber daya alam;
b.
Faktor berubah (dynamic
factors) terdir atas kemampuan industri, militer, demografi, karakter
nasional, moral nasional, dan kualitas diplomasi;
2.
Unsur kekuatan nasional menurut James Lee Ray
Unsur kekuatan nasional negara terbagi menjadi dua
faktor, yaitu:
a.
Tangible factors terdiri atas penduduk,
kemampuan industri, dan militer;
b.
Intangible factors terdiri atas karater
nasional, moral nasional, dan kualitas kepemimpinan;
3.
Unsur kekuatan nasional manurut Palmer
& Perkins
Unsur-unsur kekuatan
nasional terdiri atas tanah, sumber daya, penduduk, teknologi, ideologi, moral,
dan kepemimpinan.
4.
Unsur kekuatan nasional menurut Parakhas
Chandra
Unsur-unsur kekuatan
nasional terdiri atas tiga, yaitu:
a. Alamiah
terdiri atas geografi, sumber daya, dan penduduk;
b. Sosial
terdiri atas perkembangan ekonomi, struktur politik, budaya dan moral nasional;
c. Lain-lain:
ide, intelegensi, dan diplomasi, kebijaksanaan kepemimpinan.
5.
Unsur kekuatan nasional menurut Alfred
T. Mahan
Unsur-unsur kekuatan
nasional terdiri atas letak geografi, wujud bumi, luas wilayah, jumlah
penduduk, watak nasional, dan sifat pemerintahan.
6.
Unsur kekuatan menurut Cline
Unsur-unsur kekuatan
nasional terdiri atas sinergi antara potensi demografi dan geografi, kemampuan
ekonomi, militer, strategi nasional, dan kemauan nasional.
7.
Unsur kekuatan nasional model Indonesia
Unsur-unsur kekuatan
nasional di Indonesia diistilahkan dengan gatra dalam ketahanan nasional. Pemikiran
tentang gatra dalam ketahanan nasional dirumuskan dan dikembangkan oleh
Lemhanas. Unsur-unsur kekuatanan nasional Indonesia dikenal dengan nama
Astagatra yang terdiri atas Trigatra dan Pancagatra.
a. Trigatra
adalah aspek alamiah (tangible) yang
terdiri atas penduduk, sumber daya alam, dan wilayah.
b. Pancagatra
adalah aspek sosial (intangible) yang
terdiri atas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
4. Sifat-sifat Ketahanan Nasional
Untuk mewjudkan ketahanan nasional dlaksanakan dengan
mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem
kehidupan nasional. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelanggaraan kehidupan
berbangsa dan bernegara, metode pendekatan keamanan dan pendekatan
kesejahteraan. Sifat-sifat ketahanan nasional
adalah sebagai berikut:
a.
Manunggal;
b.
Mawas ke dalam;
c.
Berubah menurut waktu;
d.
Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan;
e.
Percaya pada diri sendiri; serta
f.
Tidak bergantung pada pihak lain.
5. Asas- Asas Ketahanan Nasional Indonesia
Asas
Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri
dari :
a.
Asas
Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan
dan merupakan kebutuhan manusia 8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai
perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam
sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya.
Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai
dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan.
Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan
kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada
kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan
nasional sebuah bangsa dan negara.
b.
Asas
Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara
utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan
yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan
segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu
(komprehensif integral).
c.
Asas
mawas ke dalam dan mawas ke luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan
bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga
berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul
berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan
sikap mawas kedalam dan ke luar.
1.
Mawas
kedalam: mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi
kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang
proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet
dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap
isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
2.
Mawas
ke luar: mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan
serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta
menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia
internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus
mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam
bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain
diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
d.
Asas
kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan,
gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus
dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak
berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling
menghancurkan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Geostrategi merupakan
metode atau aturan-aturan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan melalui proses
pembangunan yang memberikan arahan tentang bagaimana membuat strategi
pembangunan dan keputusan yang terukur dan terimajinasi guna mewujudkan masa
depan yang lebih baik, lebih aman, dan bermartabat.
Geostrategi Indonesia
diperlukan dan dikembangkan untuk mewujudkan dan mempertahankan integritas
bangsa dan wilayah tumpah darah negara Indonesia, megingat kemajemukan bangsa
Indonesia serta sifat kha6 s wilayah tumpah darah negara Indonesia, maka geostrategi
Indonesia dirumuskan dalam bentuk Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional adalah
suatu kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan
mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan, baik yang datang
dari luar maupun dari luar negeri, yang langsung maupun tidak langsung
membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta
perjuangan dalam mengejar tujuan nasional Indonesia. Ketahanan Nasional
berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,
diantaranya aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek
pertahanan dan keamanan.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Dosen, 2010. Pendidikan
Kewarganegaraan. Makassar: Universitas Hasanuddin
Winarno, 2000. Paradigma
Baru Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Bumi Aksara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar