TUGAS
AZAZ-AZAZ MANAJEMEN
DISUSUN
OLEH :
1. ANDI
NURHASANA (E21115004)
2. GREACE
SABRINA RUBEN (E21115005)
3. SARIANTI
(E21115006)
PRODI ILMU ADMINISTRASI
NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL
DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
T.A 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan
hidayah-Nyalah kami dapat
menyelesaikan sebuah makalah berjudul ‘’PENGORGANISASIAN’’ yang merupakan tugas
dari dosen prodi azaz-azaz manajemen. Dengan adanya makalah ini semoga kita
dapat mengembangkan ilmu tentang pengorganisasian berdasarkan pengamatan dari
berbagai sumber.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bekal ilmu dan
membimbing saya dalam mata kuliah azaz-azaz manajemen.
Akhirnya kami menyadari bahwa tulisan
ini jauh dari kesempurnaan, karena itu tanggapan dan bimbingan dari dosen
khususnya, dari pembaca umumnya sangat saya harapkan demi kesempurnaan tulisan
ini dimasa yang akan datang. Atas semua tanggapan dan bimbingan yang ikhlas terlebih
dahulu saya ucapkan terima kasih.
Makassar,
29 Oktober 2015
Penulis,
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL............................................................................................................
KATA
PENGANTAR..........................................................................................................
DAFTAR
ISI .......................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN....................................................................................................
A.
Latar Belakang..................................................................................................................
B.
Rumusan Masalah.............................................................................................................
C.
Tujuan .......................................................................................................................
D.
Manfaat .......................................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN.....................................................................................................
A. Pengertian Pengorganisasian.............................................................................................
B. Prinsip
Pengorganisasian...................................................................................................
C. Proses Pengorganisasian....................................................................................................
D. Pengawasan Organisasi.....................................................................................................
E. Hubungan Antara Organisasi dengan Manajemen............................................................
BAB
III PENUTUP..............................................................................................................
A.
Kesimpulan.......................................................................................................................
B.
Saran .......................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Organisasi
itu abstrak (kasat mata), walaupun banyak orang yang bekerja dan hidup dari
organisasi namun tidak seorang
pun
yang pernah melihat barang atau merasakan manfaat jasa yang diberikan oleh
suatu organisasi. Kita bisa melihat barang atau merasakan manfaat jasa yang
diberikan oleh suatu organisasi,
bahkan
mengenal siapa saja yang bekerja di
dalamnya,
tetapi jarang sekali kita mengetahui apa alasan dan motivasi organisasi
tersebut menyediakan barang/jasa itu, atau bagaimana cara mengontrol dan
mempengaruhi para anggotanya. Semua itu tidaklah terlihat oleh mata banyak
orang yang berada diluar organisasi tersebut.
Sepintas
pengorganisasian adalah biasa dan lumrah dibicarakan yang tidak biasa ialah
kenyataan sukarnya kyualitas sempurna pengorganisasian dicapai. Hal tersebut,
karena salah satu unsur yang termasuk sumber daya tidak lain manusia bahkan
manusia dalam keberadaannya sangat vital. Ilmu manajemen sebagai homo
economicus senang bekerja sama. Kiranya dieklektikan, optimalisasi kualitas
pengorganisasian dapat kita tempuh dengan cara mengelola manusia rakus
sedemikian rupa hingga bekerjasama mencapai tujuan yang ditetapkan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan pengorganisasian?
2. Apa
saja prisip pengorganisasian?
3. Bagaimana
proses pengorganisasian?
4. Bagaimana
struktur pengorganisasian?
C.
Tujuan
1. Agar
mahasiswa lebih memahami tentang materi Organisasi khususnya pengorganisasian.
2. Untuk
mendorong semangat mahasiswa agar memiliki semangat dalam organisasi.
3. Untuk
memberi gambaran secara tertulis tentang pengorganisasian.
D.
Manfaat
1.
Mahasiswa akan memahami
tentang pengorganisasian.
2.
Timbul semangat
mahasiswa dalam berorganisasi.
3. Menambah
wawasan mahasiswa tentang pengorganisasian.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengorganisasian
Kata
organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu
lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan
pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan
proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi
dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi
dapat tercapai dengan efisien.
Pengorganisasian
(organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan
tujuan organisasi, sumber
daya-sumber daya yang dimilikinya,
dan lingkungan yang melingkupinya.
Istilah
pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat
digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini :
1. Cara manajemen
merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya
keuangan , fisik , bahan baku , dan tenaga kerja organisasi.
2.
Bagaimana organisasi
mengelompokkan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokan diikuti dengan
penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota
kelompok.
3.
Hubungan-hubungan
antara fungsi, jabatan, tugas dan para karyawan.
4. Cara dalam mana para
manager lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen
mereka dan mendelagasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas
tersebut.
Pengorganisasian
(organizing) adalah pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh
anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antar pekerjaan yang efektif di
antara mereka dan pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaanyang wajar
sehingga mereka bekerja secara efisien. Pengorganisasian juga dapat
didefinisikan sebagai suatu pekerjaan membagi tugas, mendelegasikan otoritas,
dan menetapkan aktivitas yang hendak dilakukan oleh manajer pada seluruh
hierarki organisasi. Oleh karena itu, dalam pengorganisasian diperlukan tahapan
sebagai berikut:
1.
Mengetahui dengan jelas
tujuan yang hendak dicapai.
2.
Deskripsi pekerjaan
yang harus dioperasikan dalam aktivitas tertentu.
3.
Klasifikasi aktivitas
dalam kesatuan yang praktis.
4.
Memberikan rumusan yang
realistis mengenai kewajiban yang hendak diselesaikan, sarana dan prasarana
fisik serta lingkungan yang diperlukan untuk setiap aktivitas atau kesatuan
aktivitas yang hendak dioperasikan.
5.
Penunjukkan sumber daya manusia yang
menguasai bidang keahliannya.
6.
Mendelegasikan otoritas
apabila dianggap perlu kepada bawahan yang ditunjuk.
Menurut para
ahli
1. Chester
I.Barnard - dalam
bukunya:
The
functions of the executive, 1938.p.75 memberikan batasan sebagai berikut:
I define an organization as a
system of cooperative activities of to or more person. Organisasi adalah suatu
system mengenai usaha-usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
2. James
D Moneey : dalam
bukunya:
The
Principles of Organisation. 1947 mengemukakan, sebagai berikut:
Organization is the from of every
human association for the attainment of a common purpose. Organisasi adalah
bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu maksud bersama (tujuan
umum).
3. Kamus
Administrasi :
Organisasi adalah suatu system
kerjasama dari pada kelompok orang untuk mencapai tujuan bersama.
Pengertian
organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Organisasi
sebagai alat dari pada
menejemen.
Organisasi
sebagai “alat… ialah organisasi sebagai wadah, sebagai tempat manajemen yang
memungkinkan manajemen dapat bergerak. Atau dapat dikatakan, bahwa organisasi
sebagai alat adalah organisasi dalam arti statis, tetapi tak bergerak. Dan
bentuk manajemen ini tergantung dari wadahnya.
2. Organisasi
sebagai fungsi manajemen.
Organisasi
sebagai fungsi adalah organisasi dalam artian dinamis (bergerak), yaitu
organisasi yang memberi kemungkinan tempat manajemen dapat bergerak dalam
batas-batas tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti, bahwa organisasi
itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan. Misalnya, pimpinan
harus ditempatkan dibagian yang strategis, karena sering menerima tamu-tamu. Juga mengenai
penempatan barang-barang
harus
pada tempat yang dipandang aman.
Disamping
itu organisasi masih mempunyai berbagai-bagai pengertian, yaitu organisasi
sebagai :
· A group of people, yaitu
perkelompokan tertentu dari sejumlah orang-orang yang bekerja sama melaksanakan suatu
usaha.
·
A system of authority,
yaitu organisasi sebagai system wewenang yang memberikan kekuatan bagi setiap
pejabat dalam melaksanakan tugasnya.
·
A system of function,
yaitu sebagai system distribusi tugas, sehingga masing-masing pejabat memegang
tugas tertentu.
Definisi
Pengorganisasian O Menurut Cefto Samuel C, The proccess of establishing orderly
uses for all organizational's resources (pengorganisasian merupakan proses
mengatur semua kegiatan secara sistematis dalam mengelola sumber daya). O
Menurut Williams Chuck, Deciding where decision will be made, who will do that
jobs and task, and who will work for whom (memutuskan dimana keputusan akan
dibuat, siapa yang akan melakukan pekerjaan dan tugas itu, dan siapa yang akan
bekerja serta untuk siapa mpekerjaan itu dilakukan). O Menurut Daft Richard, pengorganisasian
merupakan sebuah kegiatan pemanfaatan sumber daya organisasi untuk mencapai
tujuan stategis.
Jadi,
perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan
sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang
telah ditetapkan serta menggapai tujuan bersama. Pengorganisasian merupakan
sebuah aktivitas penataan sumber daya manusia yang tepat dan bermanfaat bagi
manajemen, dan menghasilkan penataan dari karyawan. Fungsi perngorganisasian adalah
suatu kegiatan pengaturan Pada sumber
daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan
rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
Dengan
kata lain pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan
pembagian tugas. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan
pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas
yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara
menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya,
bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas
tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Pengorganisasian
merupakan sebuah aktivitas penataan sumber daya manusia yang tepat dan
bermanfaat bagi manajemen, dan menghasilkan penataan dari karyawan. Hal pokok
yang perlu diperhatikan dari pengorganisasian : Menentukan arah dan sasaran
satuan organisasi. Menganalisa beban kerja masing – masing satuan organisasi. Membuat
job description (uraian pekerjaan). Menentukan seseorang atau karyawan yang
berdasarkan atas pertimbangan arah dan sasaran, beban kerja, dan uraian kerja
dari masing – masing satuan organisasi.
B. Prinsip
Pengorganisasian
Prinsip
adalah suatu pernyataan dan suatu kebenaran yang pokok, yang memberikan suatu
petunjuk kepada pemikiran dan tindakan. Prinsip merupakan dasar meskipun tidak
mutlak. Prinsip tidak sama dengan undang-undang dan tidak berarti bahwa hasil
yang sama akan terjadi dalam tiap situasi yang tampaknya sama. Dalam aplikasi
manajemen, prinsip adalah fleksibel karena prinsip memperhatikan kondisi
spesifik dan kondisi yang berubah. Prinsip merupakan pedoman, prinsip membantu
dalam pengertian dan aplikasi manajemen, prinsip harus digunakan secar cermat
dan bijak.
Adapun prinsip-prinsip dalam pengorganisasian yaitu :
1. Organisasi
dan tujuan
Organisasi
dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak
mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan.
2. Esensi
organisasi
Tanggung
jawab pengorganisasian maupun tanggung jawab pelaksanaan selalu bersifat
individual. Tanggung jawab didelegasikan dari seseorang kepada oranglain.
Individu yang menerima tanggung jawab membentuk suatu kewajiban yang juga
bersifat pribadi. Apabila seorang manajer menerima jabatan, ia harus menerima
dan memegang tanggung jawab.
3. Tanggung
jawab dan otoritas
Otoritas
harus seimbang dengan tanggung jawab, artinya seseorang yang diberi tanggung
jawab harus juga diberi otoritas untuk melaksanakan sesuatu yang diperlukan
guna memenuhi tanggung jawab mereka.
4. Spesialisasi
untuk efisiensi
Organisasi
yang efektif membagi tanggung jawab dalam bagian sehingga mengadakan
spesialisasi dan menambah efisiensi dalam masing-masing bagian tersebut.
5. Rentang
kendali
Rentang
kendali adalah tingkat pengendalian atau tingkat delegasi tanggung jawab.
Prinsip ini menganggap bahwa terdapat batas tertentu terhadap jumlah bawahan
yang dapat dikelola ileh seorang manajer.
Selain
prinsip yang telah didiskripsikan diatas, terdapat sejumlah prinsip yang
dipandangnya bermanfaat dalam mengelola organisasi. Prinsip tersebut memberikan
pedoman untuk menyusun suatu system tugas dan otoritas yang saling berkaitan. 5
prinsip structural yang dimaksud sebagai berikut :
a)
Prinsip pembagian kerja
b)
Prinsip satu arah
c)
Prinsip sentralisasi
d)
Prinsip otoritas dan
tanggung jawab
e)
Prinsip rantai komando
C. Proses
Pengorganisasian
Menurut
Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri
dari lima langkah:
a)
Merinci seluruh
pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
b) Membagi beban kerja ke
dalam kegiatan-kegiatan yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh
seseorang atau oleh sekelompok orang.
c)
Mengkombinasi pekerjaan
anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien
d) Penetapan mekanisme
untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang
harmonis
e) Memantau efektivitas
organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau
meningkatkan efektivitas.
Menurut
T Hani Handoko (1999) proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan tiga
langkah prosedur sebagai berikut:
a) Pemerincian seluruh
kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
b) Pembagian beban
pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logis dapat dilaksanakan
oleh satu orang. Pembagian kerja ini sebaiknya tidak terlalu berat juga tidak
terlalu ringan.
c) Pengadaan dan
pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota
organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.
D. Pengawasan Organisasi
Pengawasan adalah tahap proses
manajerial mengenai pemeliharaan kegiatan organisasi dalam batas-batas yang di
izinkan yang diukur dari harapan-harapan. Pengawasan organisasi itu saling
berkaitan erat dengan perencanaan. Rencana memberikan kerangka bagi bekerjanya
proses pengawasan. Sebaliknya, umpan-balik dari tahap pengawasan itu seringkali
mengidentifikasi kebutuhan akan rencana atau strategi baru atau yang
disesuaikan. Unsur dasar dari proses pengawasan adalah sama untuk setiap
individu, atau organisasi. Alat-alat yang dipakai untuk mengemudikan atau mengatur
kegiatan-kegiatan itu biasanya berbeda-beda menurut keadaan. Biasanya, perilaku
individu dan organisasi itu dituntun oleh urutan yang kontinyu dari siklus
perencanaan-pelaksanaan-pengawasan.
Konsep pengawasan itu sangat umum
dan dapat dipakai seluruh prestasi dengan rencana strategis 5 tahun atau
prestasi tertentu terhadap suatu quota produksi 25 unit per jam. Ia berkaitan
dengan tujuan (output) dan alat (input dan proses transformasi). Jadi, teori
pengawasan itu bersifat meluas (pervasive). Perkataan pengawasan (control)
mempunyai beberapa arti dan lebih spesifik beberapa konotasi yang bermakna bagi
pembahasan dalam bab ini.
Dalam konteks organisasi, pengawasan
itu meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan individu dan kelompok. Kita dapat
memakai konsep-konsep yang telah dibahas sampai kini, untuk mendefinisikan
“pengawasan organisasi’’ sebagai tahap system menejerial yang memantau prestasi
manusia dan memberikan informasi umpan-balik yang dapat dipakai untuk
menyesuaikan tujuan dan alat-alat. Berdasarkan tujuan dan rencana tertentu
untuk mencapainya, fungsi pengawasan ini mencakup pengukuran keadaan yang
sesungguhnya, membandingkannya dengan standar, dan mengadakan umpan-balik yang
dapat dipakai untuk mengkoordinir kegiatan organisasi, memfokuskannya kea rah
yang tepat, dan memudahkan tercapainya keseimbangan yang dinamis.
Untuk memantau organisasi yang
kompleks, perlu dirancang system yang canggih. Prestasi mempunyai banyak
dimensi, seperti efektifitas (tingkat pencapaian sasaran), efisiensi (perbandingan
output dengan input, atau keuntungan dengan biaya), dan kepuasan peserta
(morale atau alienasi). Kuncinya ialah mengetahui dimensi-dimensi mana yang
penting dan dapat dikontrol.
E. Hubungan Antara Organisasi dengan Manajemen
Organisasi
sebagai tempat atau wadah daripada manajemen mempunyai hubungan yang erat
sekali dengan manajemen dan saling pengaruh-mempengaruhi. Kalau organisasi baik, tetapi manajemen tidak
baik, sudah barang tentu terpengaruh sehingga organisasi tidak dapat bergerak.
Demikian pula sebaliknya. Kalau manajemen baik, tetapi organisasi buruk, akan
timbul mismanajemen. Hubungan antara manajemen dan organisasi dapat diumpamakan
sebagai hubungan antara badan jasmaniah dengan nyawa atau jiwa. Kalau badan
baik, tetapi jiwa rusak (tak sehat), maka badan/jasmani dapat terpengaruh juga.
Lama-lama menjadi rusak, demikian pula sebaliknya.
Dalam
rangka membentuk organisasi yang baik, perlu diketahui dan diperhatikan
asas-asas yang terdapat dalam organisasi, yaitu :
1.
Asas Kesatuan Komando
(unity of command )
Dalam
suatu organisasi ada suatu asas dimana tiap-tiap petugas atau pegawai hanya
mempunyai pemimpin tunggal (seorang). Jangan sampai seorang petugas mempunyai
dua ata lebih pemimpin, sehingga petugas tadi menjadi bingung dan pekerjaannya
menjadi tak beres. Lain halnya jika dua pemimpin itu terdiri dari seorang
pemimpin dengan wakilnya. Karena wakil baru bertindak kalau pemimpin tidak ada
ditempat. Jadi hendaklah petugas itu hanya menerima perintah dan menyampaikan
hasil karyanya kepada pemimpin yang satunya itu.
2.
Span of control.
Dengan
“span of control” dimaksudkan sampai seberapa jauh seorang pemimpin dapat
mengawasi bawahannya secara tepat. Mungkin seseorang hanya mampu mengawasi 5
(lima) orang saja, mungkin 10 orang, mungkin 15 orang. Jadi kemampuan
seseorang itu tidak sama.
Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen,
meliputi :
a) Organisasi Formal
Organisasi
formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan
suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain
sebagainya.
b) Organisasi Informal
Organisasi
informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu
aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama
anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan
lain-lain.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengorganisasian
(organizing) adalah pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh
anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antar pekerjaan yang efektif di
antara mereka dan pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaanyang wajar
sehingga mereka bekerja secara efisien.
Prinsip-prinsip
organisasi adalah :
a) Organisasi
dan tujuan
b) Esensi
organisasi
c) Tanggung
jawab dan otoritas
d) Spesialisasi
untuk efisiensi
e) Rentang
kendali
Menurut
Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri
dari lima langkah sedangkan menurut Hani Handoko pengorganisasian
terdiri atas tiga langkah.
Struktur
organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dimana
organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan
perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian
maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung
jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.
B. Saran
Mengingat
pentingnya pengorganisasian maka perlu kiranya masalah ini diperhatikan dan
dipahami sebaik-baiknya. Setelah mamahami pengorganisasian maka sebaiknya
diterapkan dalam bentuk actual di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA
Ali,
Hasyim. 1996. Organisasi & Manajemen.
Jakarta : Bumi Aksara.
Handoko, T.
Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta:
BPFE.
K,
Soekarno. 1982. Dasar- dasar Manajemen.
Jakarta : Miswar.
Siswanto, H.B.
2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi
Aksara.
http://repastrepost.blogspot.co.id/2013/11/pengorganisasian-dalam-manajemen.html (di akses
tanggal 25 Oktober 2015)
http://www.slideshare.net/rudibondet/pengorganisasian-dalam-manajemen (di akses
tanggal 25 Oktober 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar