Senin, 02 November 2015

TUGAS AZAZ-AZAZ MANAJEMEN











DISUSUN OLEH :
1.      ANDI NURHASANA (E21115004)
2.      GREACE SABRINA RUBEN (E21115005)
3.      SARIANTI (E21115006)

PRODI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
T.A 2015/2016







KATA PENGANTAR
            Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan sebuah makalah berjudul ‘’PENGORGANISASIAN’’ yang merupakan tugas dari dosen prodi azaz-azaz manajemen. Dengan adanya makalah ini semoga kita dapat mengembangkan ilmu tentang pengorganisasian berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
            Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bekal ilmu dan membimbing saya dalam mata kuliah azaz-azaz manajemen.
            Akhirnya kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan, karena itu tanggapan dan bimbingan dari dosen khususnya, dari pembaca umumnya sangat saya harapkan demi kesempurnaan tulisan ini dimasa yang akan datang. Atas semua tanggapan dan bimbingan yang ikhlas terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih.




                                                                                                Makassar, 29 Oktober 2015


                                                                                                                        Penulis,








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................................
KATA PENGANTAR..........................................................................................................
DAFTAR ISI  .......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................
A. Latar Belakang..................................................................................................................
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................
C. Tujuan        .......................................................................................................................
D. Manfaat      .......................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................
A. Pengertian Pengorganisasian.............................................................................................
B. Prinsip Pengorganisasian...................................................................................................
C. Proses Pengorganisasian....................................................................................................
D. Pengawasan Organisasi.....................................................................................................
E. Hubungan Antara Organisasi dengan Manajemen............................................................
BAB III PENUTUP..............................................................................................................
A. Kesimpulan.......................................................................................................................
B. Saran          .......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Organisasi itu abstrak (kasat mata), walaupun banyak orang yang bekerja dan hidup dari organisasi namun tidak seorang pun yang pernah melihat barang atau merasakan manfaat jasa yang diberikan oleh suatu organisasi. Kita bisa melihat barang atau merasakan manfaat jasa yang diberikan oleh suatu organisasi, bahkan mengenal siapa saja yang bekerja di dalamnya, tetapi jarang sekali kita mengetahui apa alasan dan motivasi organisasi tersebut menyediakan barang/jasa itu, atau bagaimana cara mengontrol dan mempengaruhi para anggotanya. Semua itu tidaklah terlihat oleh mata banyak orang yang berada diluar organisasi tersebut.
            Sepintas pengorganisasian adalah biasa dan lumrah dibicarakan yang tidak biasa ialah kenyataan sukarnya kyualitas sempurna pengorganisasian dicapai. Hal tersebut, karena salah satu unsur yang termasuk sumber daya tidak lain manusia bahkan manusia dalam keberadaannya sangat vital. Ilmu manajemen sebagai homo economicus senang bekerja sama. Kiranya dieklektikan, optimalisasi kualitas pengorganisasian dapat kita tempuh dengan cara mengelola manusia rakus sedemikian rupa hingga bekerjasama mencapai tujuan yang ditetapkan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pengorganisasian?
2.      Apa saja prisip pengorganisasian?
3.      Bagaimana proses pengorganisasian?
4.      Bagaimana struktur pengorganisasian?
C.    Tujuan
1. Agar mahasiswa lebih memahami tentang materi Organisasi khususnya pengorganisasian.
2.      Untuk mendorong semangat mahasiswa agar memiliki semangat dalam organisasi.
3.      Untuk memberi gambaran secara tertulis tentang pengorganisasian.
D.    Manfaat
1.      Mahasiswa akan memahami tentang pengorganisasian.
2.      Timbul semangat mahasiswa dalam berorganisasi.
3.      Menambah wawasan mahasiswa tentang pengorganisasian.




BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengorganisasian
         Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
            Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.
            Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini :
1.   Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya keuangan , fisik , bahan baku , dan tenaga kerja organisasi.
2.      Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.
3.      Hubungan-hubungan antara fungsi, jabatan, tugas dan para karyawan.
4.    Cara dalam mana para manager lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelagasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.
                 Pengorganisasian (organizing) adalah pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antar pekerjaan yang efektif di antara mereka dan pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaanyang wajar sehingga mereka bekerja secara efisien. Pengorganisasian juga dapat didefinisikan sebagai suatu pekerjaan membagi tugas, mendelegasikan otoritas, dan menetapkan aktivitas yang hendak dilakukan oleh manajer pada seluruh hierarki organisasi. Oleh karena itu, dalam pengorganisasian diperlukan tahapan sebagai berikut:
1.      Mengetahui dengan jelas tujuan yang hendak dicapai.
2.      Deskripsi pekerjaan yang harus dioperasikan dalam aktivitas tertentu.
3.      Klasifikasi aktivitas dalam kesatuan yang praktis.
4.      Memberikan rumusan yang realistis mengenai kewajiban yang hendak diselesaikan, sarana dan prasarana fisik serta lingkungan yang diperlukan untuk setiap aktivitas atau kesatuan aktivitas yang hendak dioperasikan.
5.      Penunjukkan sumber daya manusia yang menguasai bidang keahliannya.
6.      Mendelegasikan otoritas apabila dianggap perlu kepada bawahan yang ditunjuk.
Menurut para ahli
1.      Chester I.Barnard - dalam bukunya:
           The functions of the executive, 1938.p.75 memberikan batasan sebagai berikut:
I define an organization as a system of cooperative activities of to or more person. Organisasi adalah suatu system mengenai usaha-usaha kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
2.      James D Moneey : dalam bukunya:
           The Principles of Organisation. 1947 mengemukakan, sebagai berikut:
Organization is the from of every human association for the attainment of a common purpose. Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu maksud bersama (tujuan umum).
3.      Kamus Administrasi :
           Organisasi adalah suatu system kerjasama dari pada kelompok orang untuk mencapai tujuan bersama.
            Pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1.      Organisasi sebagai alat dari pada menejemen.
            Organisasi sebagai “alat… ialah organisasi sebagai wadah, sebagai tempat manajemen yang memungkinkan manajemen dapat bergerak. Atau dapat dikatakan, bahwa organisasi sebagai alat adalah organisasi dalam arti statis, tetapi tak bergerak. Dan bentuk manajemen ini tergantung dari wadahnya.
2.      Organisasi sebagai fungsi manajemen.
            Organisasi sebagai fungsi adalah organisasi dalam artian dinamis (bergerak), yaitu organisasi yang memberi kemungkinan tempat manajemen dapat bergerak dalam batas-batas tertentu. Organisasi dalam arti dinamis berarti, bahwa organisasi itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan. Misalnya, pimpinan harus ditempatkan dibagian yang strategis, karena sering menerima tamu-tamu. Juga mengenai penempatan barang-barang harus pada tempat yang dipandang aman. Disamping itu organisasi masih mempunyai berbagai-bagai pengertian, yaitu organisasi sebagai :
·     A group of people, yaitu perkelompokan tertentu dari sejumlah orang-orang yang bekerja sama melaksanakan suatu usaha.
·         A system of authority, yaitu organisasi sebagai system wewenang yang memberikan kekuatan bagi setiap pejabat dalam melaksanakan tugasnya.
·         A system of function, yaitu sebagai system distribusi tugas, sehingga masing-masing pejabat memegang tugas tertentu.
            Definisi Pengorganisasian O Menurut Cefto Samuel C, The proccess of establishing orderly uses for all organizational's resources (pengorganisasian merupakan proses mengatur semua kegiatan secara sistematis dalam mengelola sumber daya). O Menurut Williams Chuck, Deciding where decision will be made, who will do that jobs and task, and who will work for whom (memutuskan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melakukan pekerjaan dan tugas itu, dan siapa yang akan bekerja serta untuk siapa mpekerjaan itu dilakukan). O Menurut Daft Richard, pengorganisasian merupakan sebuah kegiatan pemanfaatan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan stategis.
            Jadi, perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan bersama. Pengorganisasian merupakan sebuah aktivitas penataan sumber daya manusia yang tepat dan bermanfaat bagi manajemen, dan menghasilkan penataan dari karyawan. Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan  Pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
            Dengan kata lain pengorganisasian adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
            Pengorganisasian merupakan sebuah aktivitas penataan sumber daya manusia yang tepat dan bermanfaat bagi manajemen, dan menghasilkan penataan dari karyawan. Hal pokok yang perlu diperhatikan dari pengorganisasian : Menentukan arah dan sasaran satuan organisasi. Menganalisa beban kerja masing – masing satuan organisasi. Membuat job description (uraian pekerjaan). Menentukan seseorang atau karyawan yang berdasarkan atas pertimbangan arah dan sasaran, beban kerja, dan uraian kerja dari masing – masing satuan organisasi.
B. Prinsip Pengorganisasian
            Prinsip adalah suatu pernyataan dan suatu kebenaran yang pokok, yang memberikan suatu petunjuk kepada pemikiran dan tindakan. Prinsip merupakan dasar meskipun tidak mutlak. Prinsip tidak sama dengan undang-undang dan tidak berarti bahwa hasil yang sama akan terjadi dalam tiap situasi yang tampaknya sama. Dalam aplikasi manajemen, prinsip adalah fleksibel karena prinsip memperhatikan kondisi spesifik dan kondisi yang berubah. Prinsip merupakan pedoman, prinsip membantu dalam pengertian dan aplikasi manajemen, prinsip harus digunakan secar cermat dan bijak.
            Adapun prinsip-prinsip dalam pengorganisasian yaitu :
1.      Organisasi dan tujuan
            Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan.
2.      Esensi organisasi
            Tanggung jawab pengorganisasian maupun tanggung jawab pelaksanaan selalu bersifat individual. Tanggung jawab didelegasikan dari seseorang kepada oranglain. Individu yang menerima tanggung jawab membentuk suatu kewajiban yang juga bersifat pribadi. Apabila seorang manajer menerima jabatan, ia harus menerima dan memegang tanggung jawab.
3.      Tanggung jawab dan otoritas
            Otoritas harus seimbang dengan tanggung jawab, artinya seseorang yang diberi tanggung jawab harus juga diberi otoritas untuk melaksanakan sesuatu yang diperlukan guna memenuhi tanggung jawab mereka.
4.      Spesialisasi untuk efisiensi
            Organisasi yang efektif membagi tanggung jawab dalam bagian sehingga mengadakan spesialisasi dan menambah efisiensi dalam masing-masing bagian tersebut.
5.      Rentang kendali
            Rentang kendali adalah tingkat pengendalian atau tingkat delegasi tanggung jawab. Prinsip ini menganggap bahwa terdapat batas tertentu terhadap jumlah bawahan yang dapat dikelola ileh seorang manajer.
            Selain prinsip yang telah didiskripsikan diatas, terdapat sejumlah prinsip yang dipandangnya bermanfaat dalam mengelola organisasi. Prinsip tersebut memberikan pedoman untuk menyusun suatu system tugas dan otoritas yang saling berkaitan. 5 prinsip structural yang dimaksud sebagai berikut :
a)      Prinsip pembagian kerja
b)      Prinsip satu arah
c)      Prinsip sentralisasi
d)     Prinsip otoritas dan tanggung jawab
e)      Prinsip rantai komando
C. Proses Pengorganisasian
            Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri dari lima langkah:
a)      Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
b)  Membagi beban kerja ke dalam kegiatan-kegiatan yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang.
c)      Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien
d) Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
e) Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.

            Menurut T Hani Handoko (1999) proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan tiga langkah prosedur sebagai berikut:
a)     Pemerincian seluruh kegiatan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
b)   Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang. Pembagian kerja ini sebaiknya tidak terlalu berat juga tidak terlalu ringan.
c)   Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.
D. Pengawasan Organisasi
            Pengawasan adalah tahap proses manajerial mengenai pemeliharaan kegiatan organisasi dalam batas-batas yang di izinkan yang diukur dari harapan-harapan. Pengawasan organisasi itu saling berkaitan erat dengan perencanaan. Rencana memberikan kerangka bagi bekerjanya proses pengawasan. Sebaliknya, umpan-balik dari tahap pengawasan itu seringkali mengidentifikasi kebutuhan akan rencana atau strategi baru atau yang disesuaikan. Unsur dasar dari proses pengawasan adalah sama untuk setiap individu, atau organisasi. Alat-alat yang dipakai untuk mengemudikan atau mengatur kegiatan-kegiatan itu biasanya berbeda-beda menurut keadaan. Biasanya, perilaku individu dan organisasi itu dituntun oleh urutan yang kontinyu dari siklus perencanaan-pelaksanaan-pengawasan.
            Konsep pengawasan itu sangat umum dan dapat dipakai seluruh prestasi dengan rencana strategis 5 tahun atau prestasi tertentu terhadap suatu quota produksi 25 unit per jam. Ia berkaitan dengan tujuan (output) dan alat (input dan proses transformasi). Jadi, teori pengawasan itu bersifat meluas (pervasive). Perkataan pengawasan (control) mempunyai beberapa arti dan lebih spesifik beberapa konotasi yang bermakna bagi pembahasan dalam bab ini. 
             Dalam konteks organisasi, pengawasan itu meliputi koordinasi kegiatan-kegiatan individu dan kelompok. Kita dapat memakai konsep-konsep yang telah dibahas sampai kini, untuk mendefinisikan “pengawasan organisasi’’ sebagai tahap system menejerial yang memantau prestasi manusia dan memberikan informasi umpan-balik yang dapat dipakai untuk menyesuaikan tujuan dan alat-alat. Berdasarkan tujuan dan rencana tertentu untuk mencapainya, fungsi pengawasan ini mencakup pengukuran keadaan yang sesungguhnya, membandingkannya dengan standar, dan mengadakan umpan-balik yang dapat dipakai untuk mengkoordinir kegiatan organisasi, memfokuskannya kea rah yang tepat, dan memudahkan tercapainya keseimbangan yang dinamis.
             Untuk memantau organisasi yang kompleks, perlu dirancang system yang canggih. Prestasi mempunyai banyak dimensi, seperti efektifitas (tingkat pencapaian sasaran), efisiensi (perbandingan output dengan input, atau keuntungan dengan biaya), dan kepuasan peserta (morale atau alienasi). Kuncinya ialah mengetahui dimensi-dimensi mana yang penting dan dapat dikontrol.
E. Hubungan Antara Organisasi dengan Manajemen
       Organisasi sebagai tempat atau wadah daripada manajemen mempunyai hubungan yang erat sekali dengan manajemen dan saling pengaruh-mempengaruhi. Kalau organisasi baik, tetapi manajemen tidak baik, sudah barang tentu terpengaruh sehingga organisasi tidak dapat bergerak. Demikian pula sebaliknya. Kalau manajemen baik, tetapi organisasi buruk, akan timbul mismanajemen. Hubungan antara manajemen dan organisasi dapat diumpamakan sebagai hubungan antara badan jasmaniah dengan nyawa atau jiwa. Kalau badan baik, tetapi jiwa rusak (tak sehat), maka badan/jasmani dapat terpengaruh juga. Lama-lama menjadi rusak, demikian pula sebaliknya.
        Dalam rangka membentuk organisasi yang baik, perlu diketahui dan diperhatikan asas-asas yang terdapat dalam organisasi, yaitu :
1.      Asas Kesatuan Komando (unity of command )
         Dalam suatu organisasi ada suatu asas dimana tiap-tiap petugas atau pegawai hanya mempunyai pemimpin tunggal (seorang). Jangan sampai seorang petugas mempunyai dua ata lebih pemimpin, sehingga petugas tadi menjadi bingung dan pekerjaannya menjadi tak beres. Lain halnya jika dua pemimpin itu terdiri dari seorang pemimpin dengan wakilnya. Karena wakil baru bertindak kalau pemimpin tidak ada ditempat. Jadi hendaklah petugas itu hanya menerima perintah dan menyampaikan hasil karyanya kepada pemimpin yang satunya itu.

2.      Span of control.
            Dengan “span of control” dimaksudkan sampai seberapa jauh seorang pemimpin dapat mengawasi bawahannya secara tepat. Mungkin seseorang hanya mampu mengawasi 5 (lima) orang saja, mungkin 10 orang, mungkin 15 orang. Jadi kemampuan seseorang itu tidak sama.
            Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen, meliputi :
a)      Organisasi Formal
               Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
b)      Organisasi Informal
          Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.






BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
      Pengorganisasian (organizing) adalah pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antar pekerjaan yang efektif di antara mereka dan pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaanyang wajar sehingga mereka bekerja secara efisien.
Prinsip-prinsip organisasi adalah :
a)      Organisasi dan tujuan
b)      Esensi organisasi
c)      Tanggung jawab dan otoritas
d)     Spesialisasi untuk efisiensi
e)      Rentang kendali
        Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses pengorganisasian terdiri dari lima langkah sedangkan menurut Hani Handoko pengorganisasian terdiri atas tiga langkah.
       Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dimana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.
B. Saran
    Mengingat pentingnya pengorganisasian maka perlu kiranya masalah ini diperhatikan dan dipahami sebaik-baiknya. Setelah mamahami pengorganisasian maka sebaiknya diterapkan dalam bentuk actual di lapangan.








DAFTAR PUSTAKA

Ali, Hasyim. 1996. Organisasi & Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
K, Soekarno. 1982. Dasar- dasar Manajemen. Jakarta : Miswar.
Siswanto, H.B. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar